Jika terjadi pembengkakan atau kebocoran pada baterai lithium, hal ini menunjukkan adanya kerusakan internal atau degradasi. Berikut yang harus dilakukan — baik secara segera maupun untuk pencegahan jangka panjang:
1. Tindakan Segera
- Hentikan penggunaan baterai segera.
- Lepaskan dari perangkat atau pengisi daya apa pun.
- Melanjutkan penggunaan baterai yang rusak dapat menyebabkan thermal runaway, kebakaran, atau ledakan.
- Jangan menusuk, menekan, atau mencoba memperbaiki baterai.
- Sel yang membengkak (menggelembung) berisi gas dan bisa sangat berbahaya jika pecah.
- Pindahkan baterai ke area yang aman dan berventilasi baik.
- Jauhkan dari bahan mudah terbakar dan sumber panas.
2. Jika bocor:
- Hindari kontak langsung dengan elektrolit pada kulit atau mata.
- Gunakan sarung tangan dan bersihkan tumpahan dengan kain kering, lalu buang kain tersebut dengan aman.
- Jika terjadi kontak, bilas segera dengan banyak air dan cari pertolongan medis jika iritasi berlanjut.
- Buang sesuai prosedur, bawa baterai yang rusak ke fasilitas daur ulang atau limbah berbahaya yang telah tersertifikasi.
- Jangan membuangnya ke tempat sampah biasa atau tempat daur ulang umum.
3. Selidiki Penyebab
- Pengisian berlebihan atau pelepasan muatan dalam → Periksa pengaturan pengisi daya atau BMS Anda.
- Suhu tinggi atau ventilasi buruk → Pastikan pendinginan yang memadai selama operasi.
- Sel berkualitas rendah atau penuaan jangka panjang → Ganti dengan baterai berkualitas tinggi atau yang baru.
- Kerusakan mekanis → Tinjau kembali prosedur pemasangan dan penanganan.
4. Tips Pencegahan
- Gunakan BMS (Battery Management System) untuk perlindungan terhadap overcharge, overdischarge, dan overcurrent.
- Simpan baterai di tempat yang sejuk dan kering (idealnya 15–25 °C).
- Hindari pengisian atau pelepasan muatan pada suhu ekstrem.
- Gunakan hanya pengisi daya yang kompatibel dan ikuti parameter pengisian dari pabrikan.
- Lakukan inspeksi dan perawatan rutin pada paket baterai yang sedang digunakan.